Prinsip dan Cara Kerja Control Panel Hosting

  

Beberapa orang mungkin sudah memahami bahwa sebuah website bisa bekerja jika ada web hosting di baliknya. Jadi bukan hanya koneksi internet saja yang diperlukan. Tetapi juga harus ada komputer server yang tetap menyala agar seseorang bisa mengakses informasi tanpa batasan ruang dan waktu. Namun ada satu hal lain yang harus dipahami juga, yaitu prinsip dan cara kerja control panel hosting.

Prinsip dan cara kerja control panel hosting perlu diketahui meski seorang user menggunakan shared hosting. Hanya karena aksesnya terbatas serta setting dilakukan oleh pihak provider, bukan berarti pengetahuan ini dikesampingkan. Justru sambil melihat perkembangan website, mempelajari tentang control panel harus dilakukan. 

Jadi saat traffic website meningkat dan harus berpindah ke VPS atau dedicated hosting sudah siap mengelola server sendiri.

Apa Itu Control Panel Hosting?

Ini merupakan fitur yang fungsinya mengatur dan mengelola server lewat gambar, icon, dan tulisan. Melalui control panel, manajemen server bisa jadi lebih cepat dan efektif karena Graphical User Interface (GUI) mudah dipahami meskipun oleh seorang pemula. Artinya, tidak dibutuhkan kemampuan bahasa pemrograman yang advance untuk mengelola sebuah website.

Ada banyak perusahaan yang memproduksi control panel hosting. Oleh sebab itu, setiap perusahaan memiliki tampilan dan keunggulannya masing-masing. Walaupun demikian, prinsip dan cara kerja control panel hosting mereka serupa. Tinggal user-nya saja menyesuaikan dengan budget yang dimiliki (ada versi berbayar dan tidak), tingkat keamanan yang diinginkan, support dari pengembang, serta kenyamanan tampilan.

Contoh control panel yang populer digunakan adalah cPanel dan Plesk. cPanel terkenal di kalangan pengguna VPS dan dedicated server, khususnya dengan operating system Linux. cPanel mencuri perhatian market melalui tampilannya yang user friendly, fitur lengkap, panduan yang mudah dipahami, serta komunitas yang luas.

Sedangkan, Plesk bisa dijalankan untuk operating system Windows dan Linux. Bagi pengguna Windows XP akan mudah sekali memahaminya karena tampilannya mirip. Kedua control panel tersebut hanyalah contoh bagi pengguna web hosting yang terus tumbuh sekitar 15,1% hingga 2025 nanti. Belum lagi dedicated hosting yang secara statistik pun kian naik. Hingga tahun 2018 saja secara global market total value-nya mencapai USD 5,72 miliar.

Fungsi Control Panel

Di bagian atas sudah disinggung sekilas kalau adanya control panel memudahkan seseorang dalam mengelola website, terutama untuk server-nya. Control panel berperan sebagai penghubung komputer pengguna server dengan server-nya. Melalui program-program pendukung, pengaturan server bisa dilakukan kapan dan mana saja selama memiliki koneksi internet. Di bawah ini adalah beberapa fungsi lainnya:

1. Memudahkan Manajemen Email

Beberapa penyedia jasa hosting biasanya menyertakan webmain dalam layanannya. Ini merupakan fitur pengelolaan email pada server hosting sehingga user bisa mengatur email masuk dan keluar dalam server-nya. Selain itu, user pun tidak perlu bergantung pada penyedia layanan email. Adanya control panel memudahkan untuk menambah akun email, akses, serta konfigurasi email pihak lain.

2. Efektif dalam Konfigurasi Keamanan

Salah satu fungsi penting dari control panel adalah menjaga keamanan server. Oleh sebab itu, prinsip dan cara kerja control panel hosting erat kaitannya dengan aspek security. User dapat dengan mudah melakukan konfigurasi keamanan pada file dan data-datanya melalui fitur Password Protect Directories. Namun setiap jenis control panel memiliki flow pengamanannya masing-masing.

3. Lebih Mudah Mengevaluasi Traffic

Bagi pemilik website atau blog wajib memantau kondisi traffic visitor-nya. Ini penting dilakukan untuk merencanakan langkah apa yang harus dikerjakan ke depannya. Dalam control panel tersedia fitur untuk melihat jumlah pengunjung website atau blog sehingga tak perlu meng-install plug in lagi. Tak hanya jumlahnya, ada juga detail lain dari data pengunjung tersebut, seperti asal negara, operating system yang digunakan, hingga browser-nya.

4. Dapat Melakukan Backup dan Restore Data

Inipun sebenarnya berkaitan dengan aspek keamanan. Selain meng-cover server dari ancaman-ancaman cyberuser juga bisa melakukan backup data sekaligus restoring. Ini adalah langkah antisipasi jika suatu hari data atau file hilang serta tiba-tiba crack. Jadi tidak perlu khawatir akan kehilangan aset website yang penting.

5. Memudahkan Pengelolaan Domain

Pengelolaan domain tidak hanya membuat baru atau menghapus yang lama saja. Dengan control panel, user bisa mengatur subdomain juga, seperti mengganti namanya, serta membuat dan mengatur ulang subdomain. Terkadang beberapa orang pun melakukan transfer nama domain sebab bisa jadi pelayanannya dari provider lama kurang bagus. Untuk menggabungkan nama domain dengan server yang digunakan maka bisa lebih mudah dilakukan melalui control panel.

6. Memonitor Kondisi Server

Prinsip dan cara kerja control panel hosting sebenarnya mudah dipahami sebab pengontrolannya bisa dilakukan dari jarak jauh. Oleh sebab itu, control panel diperlukan, misalnya untuk mengetahui status jaringan internet. Jika terjadi sesuatu, maka penyesuaian bisa dilakukan saat itu juga atau berkoordinasi dengan anggota tim lainnya.

Konsep Kerja Control Panel Hosting

Kini saatnya membahas tentang prinsip dan cara kerja control panel hosting. Sebenarnya konsep prosesnya sama sederhananya dengan kerja sebuah server. Saat seseorang memasukkan alamat url, maka internet akan menghubungi server untuk memberikan informasi yang dibutuhkan orang tersebut. Setelah akses dibuka, maka informasi akan muncul di layar browser.

Begitu pula dengan cara kerja control panel ini, jika dijelaskan secara singkat yakni dimulai dari seorang web developer terhubung ke control panel, lalu web server kemudian sampai ke website-nya. Untuk penjelasan lebih rinci, simak beberapa poin di bawah ini:

1. Website Dikembangkan Secara Offline

Mendesain website adalah langkah awal dari seluruh proses ini. Seorang web developer akan membuat tampilan website semenarik mungkin, mulai dari peletakan menu, isi konten yang akan ditampilkan, tema yang digunakan, dan sebagainya. Tahap ini bisa dilakukan secara offline dengan menggunakan bahasa pemrograman, seperti HTML, PHP, CSS, atau JS. Kalau tidak begitu menguasai bahasa pemrograman, bisa juga dibantu dengan aplikasi lainnya, misalnya Adobe Dreamweaver.

2. Menyediakan SQL

Untuk beberapa aplikasi yang bersifat komplek, si web developer harus menyediakan file dengan ekstensi SQL pada database-nya. Saat ini sudah banyak program aplikasi pendukungnya, seperti AppServ, Xampp, Wamp, dan lainnya. Di dalamnya pun telah dilengkapi dengan software server, PHP, dan MySQL.

3. Membeli Nama Domain dan Web Hosting

Setelah website selesai didesain, saatnya membeli domain dan web hosting. Nama domain disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan. Beberapa penyedia jasa ada yang sekaligus memaketkan layanan dengan paket web hosting sehingga website tersebut bisa langsung online. Cara seperti ini akan lebih cepat dan murah jadi selektiflah saat memilih penyedia jasa.

4. Memilih Control Panel

Ada banyak merek control panel web hosting yang bisa digunakan. cPanel dan Plesk adalah dua contoh yang sudah disebutkan di atas. Control panel lainnya yang tak kalah populer adalah Webadmin, ISPManager, dan Direct Admin. Masing-masing memiliki keunggulannya sendiri, maka pilihlah control panel yang sesuai dengan keinginan. Ingat, dalam memilih control panel harus disesuaikan dengan sistem operasi komputer, software yang mendukung, serta kemudahan dalam menggunakannya.

5. Melakukan Konfigurasi dan Setting

Terakhir, lakukan konfigurasi hosting dengan control panel agar keduanya terhubung. Kalau tidak, maka user tak dapat melakukan hal-hal sesuai fungsi control panel tersebut. Jika sudah bisa mengaksesnya, tinggal setting beberapa hal berdasarkan kebutuhan. Tidak perlu bingung karena pada control panel terdapat icon serta arahan-arahan yang jelas bagi penggunanya.

Dengan memahami konsep dan fungsi control panel, serta prinsip dan cara kerja control panel hosting akan lebih efektif melakukan pekerjaan. User tinggal mengklik gambar-gambar pada interface control panel dan mengikuti arahan sederhana yang ditampilkan. Oleh sebab itu, adanya control panel sangat menolong para pemula.

 Baca juga: Apa Itu Web Hosting, Pengertian, dan Jenisnya

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *