Polres Maluku Tengah Berhasil Bekuk 2 Bandar Togel

Polres Maluku Tengah Berhasil Bekuk 2 Bandar Togel


Polres Maluku Tengah terus berupaya untuk memberantas peredaran judi toto gelap atau togel di wilayahnya. Pada hari Senin tanggal 4 Januari 2021, segenap anggota Polres Malteng khususnya dari Polsek Banda, menciduk IM  yang berusia 47 tahun dan KP berumur 38 tahun. Mereka ditangkap di area RT 02 dan RT 03, Desa administrasi Lonthor, Banda Neira.

Dan untuk giliran anggota Satuan Reskrim Polres Malteng yang dipimpin oleh Ipda Rivaldi Said telah membekuk, HJT umur 30 tahun dan RAMT yang berusia 33 tahun. Pengangkapan kedua tersangka tersebut di tempat yang berbeda di Kota Masohi.

Kemudian Kepala Polres Maluku Tengah, AKBP Rositah Umasugi menjelaskan bahwa penangkapan dua pelaku togel itu dilaksanakan setelah para anggotanya menyelidiki atas informasi masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan kedua penduduk tersebut.

Kapolres Malteng menuturkan bahwa pada hari Senin 11 Januari kemarin telah dilaksanakan penangkapan terhadap dua terduga pelaku yang mengerjakan tindak pidana perjudian togel online. Yang mana keberhasilan penangkapan itu berada di dua kawasan yang tidak sama di Kota Masohi, yaitu jalan Saparua RT 001 dan perumahan kali Udang Kelurahan Namaelo, Kota Masohi.

Penangkapan tersebut dipimpin oleh Kanit II Satuan Reskrim Polres Malteng Ipda Rivaldy Said bersama dengan unit Reskrim Polsek Kota. Begitulah penjelasan dari Kapolres Malteng pada tanggal 15 Januari 2021, atau empat hari sesudah kejadian. 

Dari keterangan Kapolres, menurut informasi dari masyarakat mengenai maraknya perjudian online jenis togel di wilayah hukum Polres Malteng. Lantas, anggota Unit II Satuan Reskrim mengerjakan satu hari penyelidikan pada dua tempat itu.

Umasugi memaparkan bahwa menurut hasil penyelidikan, personel Sat Reskrim Polres Malteng bersama-sama dengan personel Unit Reskrim Polsek Kota, menggerebek pada dua tempat tersebut dalam masa-masa yang bersamaan, yaitu sekitar pukul 11:30 malam WIT. Kemudian TKP di Kompleks kali Udang pukul 11:45 malam WIT. Saat penggerebekan itu, semua pelaku sedang asyik melakukan perjudiannnya.

Lalu dari tangan pelaku HJT, penyidik sukses menyita beberapa barang bukti, diantaranya ialah 2 buku rekening BRI dan 1 unit HP merk Oppo tipe A5 2020 warna hitam. Lalu ada juga yang lain yakni uang tunai sebesar 305 ribu Rupiah, 1 lembar susunan bola jatuh judi togel online Sydney, 2 kartu ATM, 1 lembar susunan bola jatuh togel online Singapura, 1 buah pulpen warna pink, 12 bundel kupon togel, 1 buah hekter, 17 lembar kupon pemasang togel jenis Singapura dan juga 19 kupon pemasang togel Hongkong yang sudah terjual.

Pelaku HJT pun menggunakan dua website dan dua rekening pada alamat situs judi online. Sedangkan sisa  saldo dalam akun judi togel online tersebut adalah sebesar  379.735 Rupiah, sedangkan saldo dalam akun keduanya ialah sebanyak 763 Rupiah.

Dan untuk barang bukti dari pelaku RAMT  adalah 1 buah kartu ATM Bank Mandiri, 1 buah bantalan cap, 1 buah cap, uang senilai 400.000 Rupiah, 1 kalkulator dan 1 buah HP merk Oppo tipe A37. Lalu ada lagi 1 buah pulpen warna silver, 10 kupon kosong, 177 kupon judi togel Hongkong yang sudah terpasang, alamat website togel, saldo akun pelaku pada website judi online senilai 2.461.700 Rupiah dan juga 1 buah hekter.

Kapolres mengungkapkan bahwa kedua pelaku ini berperan sebagai bandar togel manual dengan pendaftaran nomor dan dana taruhan dari kupon putih togel. Kedua pelaku memakai rekening untuk meregistrasi pada website judi togel online. Pelaku mengakses website tersebut dengan memakai user dan password id. Selanjutnya, transfer uang ke tabungan bandar online yg tercantum pada website judi online.

Kedua pelaku selaku player atau pemain secara online memasang nomor yang sesuai dan nilai uang taruhan taruhan yang terdaftar pada kupon putih disetiap putaran dalam jenis Sidney, Hongkong dan Singapura.

Atas perbuatannya itu, mereka terjerat pasal 303 ayat 1 ke 1 dan ke 2 dan pasal 45 ayat 2 Jo. Pasal 27 ayat 2, Undang-Undang RI nomor 19 Tahun 2016 tentang evolusi atas Undang-Undang RI nomor 11 Tahun 2008 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik, ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara.


Previous Post
Next Post

post written by: